Home for Christmas
Pulang!!!
Dua jam melintasi langit Australia, cuaca cerah perlahan berubah menjadi mendung. Saat pesawat mulai menembus hamparan awan hitam dan berguncang hebat, anehnya tidak ada lagi rasa takut. Sepertinya saya sudah mulai terbiasa dengan guncangan ini setelah tujuh tahun rutin terbang pulang-pergi Indonesia-Australia.
Meski begitu, saya tetap mengirimkan pesan singkat kepada Oma Lidia, satu-satunya orang yang tahu tentang kepulangan saya ini. Beruntungnya terbang dengan Qantas, kita masih bisa berkomunikasi lewat ponsel selama berada di wilayah udara Australia.
Tiba-tiba koneksi terputus, saya tahu itu tandanya kami telah resmi meninggalkan Benua Kanguru.




Comments