Solusinya Bekerja
Lima tahun yang lalu, pandemi Covid-19 mengubah segalanya. Bagi saya, perubahan terbesar adalah terputusnya rutinitas yang selama ini menjadi pondasi kesehatan saya. Aturan ketat di Victoria, Australia, pada mulanya melarang banyak aktivitas dan mengharuskan orang untuk tinggal di rumah.
Rutinitas pagi saya berjalan kaki di taman sekitar rumah dan kesenangan siang hari berjalan kaki ke op-shop tiba-tiba harus dihentikan. Tanpa aktivitas fisik yang biasa dan dengan kecemasan yang meningkat, timbangan bergerak naik tanpa ampun. Tepat 8 kg bertambah selama masa penuh ketidakpastian di awal pandemi itu.
Setelah perbatasan Australia dibuka kembali, perjuangan berat badan saya memasuki babak baru. Selama tiga tahun terakhir, saya beruntung bisa tiga kali kembali berlibur ke Indonesia. Sayangnya, momen reuni dan kenikmatan kuliner Indonesia yang luar biasa enak membuat angka di timbangan semakin menjauh dari bobot asli. Akumulasi dari liburan itu menambah beban, sehingga total kenaikan berat badan saya mencapai 15 kg.
Selama bertahun-tahun, 15 kg itu terasa mustahil untuk dikalahkan. Berbagai upaya diet dan olahraga sering terbentur oleh godaan dan hilangnya motivasi yang konsisten.
Ada rasa frustrasi yang mendalam, terutama karena saya merasa terhambat untuk mencoba solusi lain: bekerja. Sinyo, pasangan saya, selalu melarang saya bekerja dan hanya mengizinkan saya untuk fokus pada pendidikan dengan alasan gajinya bisa mencukupi kebutuhan kami saat itu.
Titik baliknya datang lima minggu yang lalu bersamaan dengan pekerjaan baru saya. Pekerjaan ini tidak hanya menawarkan gaji bulanan yang stabil, tetapi juga sebuah program insentif kesehatan—bonus finansial bagi karyawan yang berhasil menurunkan berat badan. Tiba-tiba, penurunan berat badan menjadi sebuah tujuan yang diperkuat oleh dua alasan yang sangat kuat:
• Imbalan Finansial: Ada bonus yang menunggu, memberikan motivasi jangka pendek.
• Imbalan Jangka Panjang: Yang jauh lebih utama, saya ingin sehat, bisa bergerak lebih lincah seperti dulu, dan menikmati hidup lebih lama bersama orang-orang terkasih.
Didorong oleh motivasi ganda ini, saya menjadikan rutinitas kerja sebagai alat untuk kembali berdisiplin. Saya kembali memasukkan gerakan ke dalam hari-hari saya, kecapean kerja seringkali membuat saya melewatkan makan malam. Dan kebiasan mengemil yang biasa menjadi kesenangan saya semakin jarang saya lakukan. Sebaliknya saya jadi suka makan buah terutama apel karena mengenyangkan dan memiliki rasa manis yang asli.
Hasilnya sungguh memuaskan! Dalam lima minggu yang terstruktur oleh pekerjaan dan didorong oleh tujuan kesehatan, saya berhasil memangkas 5 kg dari total 15 kg. Penurunan ini adalah kemenangan yang manis. Ini adalah bukti bahwa semangat lincah saya tidak hilang, hanya tertidur sejenak. Saya sudah bisa merasakan perbedaannya, saya tidak cepat lelah dan merasa lebih ringan saat bekerja. Sebentar lagi musim panas dan saya bisa bergaya dengan baju yang menarik.
Kini, dengan 10 kg sisa yang harus dikalahkan, saya memiliki mesin motivasi yang sempurna: pekerjaan yang mendukung, bonus yang menggiurkan, dan visi masa depan untuk hidup lebih lincah dan berumur panjang. Saya tidak hanya berjuang untuk angka di timbangan, tetapi untuk kualitas hidup yang jauh lebih baik


Comments